Pendahuluan
Keberadaan
sampah plastik menjadi permasalahan tersendiri saat ini dan makin
memprihatinkan karena menjadi salah satu masalah terbesar yang mengganggu
kesehatan dan kebersihan lingkungan. Dapat kita temukan di mana-mana sampah plastik
yang bersebaran dan membuat lingkungan menjadi tidak nyaman. Sampah plastik
juga merupakan sampah rumah tangga yang sangat mudah kita jumpai.
Menurut
survey saat ini 500 juta hingga 1 milyar plastik digunakan di dunia tiap
tahunnya, dengan perkiraan setiap orang menghabiskan 170 plastik setiap tahun
dan lebih dari 17 miliar plastik dibagikan secara gratis oleh supermarket di
seluruh dunia setiap tahunnya. Jika dibentangkan, sampah-sampah plastik ini
dapat membungkus permukaan bumi hingga 10 lapis.
Menurut
literatur, materi plastik baru akan terurai oleh tanah dalam waktu 200-400
tahun, dan akan terurai secara sempurna dalam waktu 1000 tahun. Inilah pangkal
bencana sesungguhnya yang diakibatkan karkateristik fisik dan kimia sampah
plastik yang dibuang secara terbuka ke lingkungan hidup.
Botol plastik
bekas minuman biasanya kita buang begitu saja tanpa pernah terpikir untuk
memanfaatkannya. Nah ternyata botol bekas ini bisa kita manfaatkan untuk
membuat lampu tenaga surya. Dan otomatis biayanya akan sangat murah karena
hanya memanfaatkan barang-barang bekas.
Botol plastik
bekas minuman biasanya kita buang begitu saja tanpa pernah terpikir untuk
memanfaatkannya. Nah ternyata botol bekas ini bisa kita manfaatkan untuk
membuat lampu tenaga surya. Dan otomatis biayanya akan sangat murah karena
hanya memanfaatkan barang-barang bekas.
Pertama
kali "teknologi" ini ditemukan di Brazil oleh Alfredo Mozer beberapa
tahun lalu dan kini Filipina sedang mengembangkan konsep ini dibawah sebuah
organisasi yang bernama Isang Litrong Linawag.
Di
berbagai negara berkembang, terutama di wilayah perkampungan yang sudah sangat
padat, dimana tidak ada lagi jarak antar rumah, membiarkan sinar matahari masuk
ke dalam rumah melalui jendela adalah hal yang sangat tidak memungkinkan.
Padahal sinar matahari ini sangat bermanfaat selain sebagai penerangan juga
bagi kesehatan.
Meski
lampu tersebut hanya bisa menyala selama matahari bersinar, artinya pada siang
hari dan tidak tertutup mendung, setidaknya bagi masyarakat tidak mampu hal tersebut
sudah sangat berarti. Mereka tidak perlu mengeluarkan biaya operasional dan
pemeliharaan
Dengan memanfaatkan konsep ini kita sudah melakukan sesuatu
yang baik untuk Bumi, yaitu pemanfaatan kembali botol plastik. Sudah saatnya
pula Indonesia ikut memanfaatkan teknologi sederhana ini
Membuat
lampu tenaga surya dari botol plastik bekas? Jika kita hidup di daerah
perumahan yang padat dan jarak antar rumah saling berhimpitan, sehingga jumlah
cahaya yang di dapat sangat sedikit, maka cara ini mungkin dapat dilakukan
sebagai solusinya.
Isi
Lampu Botol Tenaga Surya, memang
sedikit aneh karena anda mungkin belum pernah mendengarnya. Lampu botol tenaga
bukanlah lampu dengan teknologi mutakhir . Lampu tersebut adalah lampu yang
menyala terang di tempat gelap dengan sumber cahaya matahari (siang hari)
Lampu ini sangat cocok di perumahan
padat yang terkesan gelap pada siang hari.
Lampu botol plastik ini menghasilkan terang setara lampu neon 50W, tentu sangat akan membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam menghemat keuangannya.
Lampu botol plastik ini menghasilkan terang setara lampu neon 50W, tentu sangat akan membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam menghemat keuangannya.
Bagaimana cara membuat lampunya?
Pertama-tama anda siapkan bahan-bahannya, yaitu:
Pertama-tama anda siapkan bahan-bahannya, yaitu:
- Botol PET bekas air mineral
- Plat logam yang biasanya digunakan untuk atap (biasa
disebut "seng")
- Lem silikon atau lem yang tahan panas dan cuaca
- Bleach atau bahan yang digunakan untuk pemutih pakaian (biasanya
merk bayclin atau sejenisnya)
- Air murni atau air mineral
Langkah-langkah pembuatannya sebagai berikut:
- Potong plat yang sudah anda siapkan tadi sekitar 9 x 10 inchi dengan gunting khusus untuk logam.
Bahan ini bisa dengan mudah anda dapatkan di toko material.
Alangkah lebih baik jika anda menggunakan plat bekas yang sudah tidak terpakai lagi. Jangan pernah memotong plat logam dengan kunting kertas, karena akan merusak gunting itu sendiri.
Buatlah 2 buah gambar lingkaran dengan perbedaan besar lingkaran sekitar 1-2cm. Ukuran lingkaran dalam kira- kira seukuran dengan diameter botol yang akan digunakan, karena nantinya botol akan dimasukkan ke lubang itu.
Potong lingkaran pada sisi dalam. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar.
Setelah lingkaran bagian dalam terpotong, buatlah potongan-potongan keluar dengan jarak antar potongan sekitar 1cm. Dengan catatan tidak boleh melebihi garis terluar. Amplas botol bekas air minum yang sudah anda siapkan.
Jangan lupa untuk melepas labelnya. Alasan botol diamplas adalah agar mempermudah proses penempelan.
Masukan botol yang sudah diamplas tadi ke dalam lubang plat yang sudah anda siapkan dengan perbandingan 1/3 ukuran botol untuk sisi yang ada tutupnya (sisi bawah botol lebih masuk).
Kemudian oleskan lem dikitar lubang. Oleskan pada dua sisinya agar kualitas daya rekatnya bagus dan terhindar dari kebocoran.
Setelah lem kering, langkah selanjutnya adalah isi botol dengan air mineral hingga hampir penuh kemudian tuangkan sekitar satu tutup botol bleach ke dalamnya.
Lampu botol anda sudah siap digunakan.
Sekarang tinggal proses instalasinya.
Untuk proses instalasinya fleksibel dan menurut kebutuhan dan kondisi ditempat anda.
Yang harus anda lakukan secara garis besar adalah membuat lubang seukuran botol juga di bagian atap yang ingin dipasangi lampu ini.
Tempatkan perangkat lampu botol anda diatas atap berlubang tadi. Kemudian gunakan paku atau baut untuk mengencangkan sisi-sisi plat lampu botol dengan bagian atap anda.
Langkah selanjutnya adalah memberi lem disekitar sambungan tadi, agar saat hujan turun air tidak masuk kesela-sela lubang atap anda.
Pastikan semua tertutup rapat dengan lem.
Langkah terakhir adalah memberi lem pada tutup botol.
Kesimpulan
Perkembangan zaman dan kemampuan
berfikir manusia dalam menciptakan teknologi memungkinkan kehidupan manusia
menjadi mudah dan nyaman. Keberadaan alat seperti mobil, motor, lampu,
televisi, kulkas, komputer dan sebagainya.
Disisi lain, penggunaan yang
berlebihan dan pertambahan populasi penduduk juga dapat meningkatkan kebutuhan
energi. Namun kita perlu melakukan hemat energi karena akan mengurangi dampak
nagatif yang bisa muncul dari penggunaan energi yang berlebihan.
Mengoptimalkan tenaga surya sebagai alternatif sumber energi
listrik dalam aktifitas keseharian juga layak untuk dipertimbangkan. Untuk itulah upaya – upaya dalam menghemat
enrgi ini mulai marak dilakukan. Salah satunya dengan memanfaatkan barang – barang
bekas untuk di jadikan alat yang berguna untuk mengurangi penggunaan energy
dengan cara mengkombinasikannya dengan energi matahari yang bisa dianggap tidak
terbatas.
Penggunaan barang bekas seperti ini
harus selalu diupayakan dan dikembangkan, karena selain bisa mengurangi
sampah-sampah yang tersebar dimana-mana. Kita juga dapat mengurangi penggunaan
energi yang dapat berdampak buruk bagi lingkungan yang salah satunya yaitu
pembakaran sumber energi fosil (seperti: minyak bumi dan batu bara) yang dapat
menyebabkan hujan asam, smog dan pemanasan global. Nantinya hal-hal
tersebut juga dapat menghambat pemanasan global yang sekarang ini makin
menjadi-jadi.








No comments:
Post a Comment